Budzaemon Uncensored!: Pintu

all about budzaemon & uncensored....

Sunday, June 18, 2006

Pintu

Pintu adalah sebuah celah yang menghubungkan satu bagian ruangan dengan ruangan lain, ruangan di sini tentunya dalam arti luas. Keberadaan pintu tentunya amat penting seperti di kompleks rumah gw, ada sebuah pintu yang menghubungkan antara perkampungan penduduk dengan dengan kompleks perumahan mewah Tamansari Persada. Hampir tiap hari pintu ini dilalui orang2 dari perkampungan menuju kompleks mewah itu maupun sebaliknya. Dengan pintu ini orang2 tak perlu memutar jauh keluar kompleks untuk saling ‘mengunjungi’. Tapi baru jumat kemarin gw ngeliat sesuatu yang sedikit membuat hati gw agak sedih. Yah pintu (yang sebenarnya hanya dinding pembatas kompleks yang dilubangi dengan ukuran kira2 2 m x 0.5 m) kini semakin sulit dilewati. Setelah sebelumnya dipasang semacam teralis yang akhirnya hanya menyisakan lebar sekitar 40 cm saja kini teralis itu diperlebar yang mengakibatkan pintu itu semakin sempit. Bagi gw yang berbody langsing (he3x..) tentu ga masalah, walaupun harus memiringkan badan jika melewatinya tapi bagaimana buat orang2 yang berbadan agak besar. Pintu itu paling banyak dilalui ketika hari jumat yaitu ketika orang2 akan melaksanakan jumatan di mesjid kompleks Tamansari Persada. Hmm.. kasihan juga melihat Bapak2 yang tersangkut perutnya di pintu tersebut, kok orang mo ibadah jadi dipersulit yah. Jikalau pihak kompleks mengatasnamakan faktor keamanan sebagai penyebab dibuatnya teralis itu lalu untuk apa donk dibangun pos satpam yang persis di depan pintu tidak resmi itu ?(makanya pos jangan ditinggal2 Pak, HT juga cuma buat gosip mulu) Mungkin sekarang belum terasa mengganggu, paling ketika akan jumatan saja antrian untuk melewati pintu itu jadi agak lama, tapi nanti akan terasa ketika Ramadhan tiba, ya.. mayoritas penduduk kampung sini (termasuk gw) melaksanakan tarawih dan Ied di masjid kompleks itu, bisa terbayang bagaimana nanti sesaknya antrian orang2 yang ingin beribadah. Ingin protes? Percuma, mungkin orang2 di sana terlalu ‘arogan’ untuk berbaur dengan kami yang notabene ‘orang kampung yang tidak punya apa2’. Tidak mustahil ke depannya akhirnya pintu itu ditutup. Sudahlah, memang orang yang tidak memiliki uang tidak akan menang melawan orang2 yang berkelebihan harta. Pesan gw : silahkan tutup pintu dan silahkan anda makmurkan masjid anda sendiri dengan orang2 yang tidak peduli dengan masjid. Semoga masjid anda tetap ramai bahkan lebih ramai tanpa kehadiran kami.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home