Budzaemon Uncensored!: Ya Ampun

all about budzaemon & uncensored....

Tuesday, October 31, 2006

Ya Ampun

Asril, seorang anggota Legium Veteran Republik Indonesia (LVRI) harus rela berjualan kerupuk karak di Pelabuhan Merak, Banten. Dengan seragam legium lengkap dengan bintang, pisau komando dan topi oranye veteran, kakek berusia lebih dari 70 tahun ini berpanas2an menjajakan dagangannya kepada para pemudik di Pelabuhan Merak. Kek Asril terpaksa melakukan ini untuk menyambung niatnya pulang ke Medan. Dia kehabisan ongkos di Pelabuhan Merak. Kerupuk karak yang dijajakannya pun hanya menyisakan keuntungan 500 – 2000 rupiah sehari. Penghasilan itu juga harus dibagi dengan biaya makan sehari2 di pelabuhan Merak.

Itulah sepenggal kisah yang gw lihat di salah satu program berita siang di televisi. Dalam hati gw cuma bisa berkata ya ampun.. seorang veteran yang pernah berjuang di Tasikmalaya itu masih harus bersusahpayah mengumpulkan uang karena kehabisan ongkos mudik di hari tuanya. Sebenenya melihat berita ini gw pengen nangis (apalagi hati lagi melow gini, dan gw inget kakek gw dulu) tapi ada adek gw yang ikut nonton berita ini, tengsin donk (jadi laki2 itu pantang menangis). Akhirnya gw cuma bisa meyalurkan emosi gw lewat tulisan. Memang, sudah menjadi rahasia umum jikalau nasib veteran di Indonesia tidak pernah mendapat perhatian khusus dari pemerintah (apa sih yang menjadi perhatian pemerintah selain gontok2an politik?untuk rakyat?nothing, klo kata Slank cuma janji2. Menyesal saya ikut mencoblos pada 2004 kemarin). Hmm.. di luar sana masih banyak Kek Asril – Kek Asril lainnya yang akhirnya memutuskan untuk hidup mandiri dan tidak pernah memelas meminta imbalan jasa kepada siapapun atas perjuangan mereka yang memerdekakan negeri ini.

(Tulisan ini gw dedikasikan untuk Kakek gw, seorang pejuang di era revolusi kemerdekaan Indonesia - Trip Jawa Timur yang harus rela kehilangan pendengarannya demi satu kata : Merdeka. Bintang, topi oranye veteran hingga uang pensiunan yang hanya cukup untuk makan 3 hari saja (untuk mendapatkannya pun harus diurus melewati birokrasi yang bermacam2) ga akan cukup membalas semua yang telah dilakukannya. Maafkan saya yang tidak bisa berbuat banyak untuk negeri yang penuh cela ini, selain hanya dengan tulisan singkat ini)

Untuk semua veteran di Indonesia.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya (siapakah yang disebut pahlawan? Apakah hanya para tokoh yang namanya ada di dalam buku sejarah??)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home